ManPower Supply

Pengertian Outsourcing adalah pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Dalam bahasa Inggris outsourcing juga sering disebut dengan contracting out (wikipedia).
Sedangkan dalam konteks ranah hukum di Indonesia, pengertian “outsourcing” atau alih daya dituangkan dalam bentuk Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). Di dalam undang-undang tersebut ada 2 (dua) macam sistem outsourcing, yakni:

  1. Outsourcing dalam bentuk perjanjian pemborongan pekerjaan antara perusahaan pemberi pekerjaan dengan perusahaan penerima pemborongan (Pasal 65)
  2. Outsourcing dalam bentuk perjanjian penyediaan jasa pekerja/buruh (Pasal 66) antara perusahaan pemberi pekerjaan (cq. perusahaan pengguna jasa pekerja/buruh) dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh.
    Dari hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa outsourcing merupakan perjanjian kerjasama antara penyedia jasa outsourcing dengan perusahaan yang meminta “bantuan” sumberdaya manusia yang terikat sebuah perjanjian yang memiliki sebuah dasar hukum.

Manfaat outsourcing
Outsourcing dapat membantu perusahaan dalam hal melakukan efesiensi pengeluaran , dalam hal ini biaya untuk gaji perorangan (personal salary), mengurangi kebutuhan untuk mempekerjakan lebih banyak staf dan lebih banyak staf untuk mengelola dan meningkatkan penggunaan sumber daya (orang, peralatan, waktu dan uang).
Perusahaan dapat lebih fokus kepada hal-hal lain yang bersifat core and critical (misalnya fokus kepada layanan produksi, purna jual, atau fokus pada ekspansi usaha) tanpa harus memikirkan pengelolaan sumber daya manusia, karena faktor sumber daya manusia telah ditangani sepenuhnya oleh pihak kedua (perusahaan penyedia jasa outsourcing).
Jenis-jenis outsourcing
Ada dua jenis outsourcing, yaitu paying agent (labor supply) dan full agent (full outsource).
• Paying agent (perusahaan outsource yang menyediakan tenaga kerja saja)
• Full agent (perusahaan outsource yang selain menyediakan tenaga kerja juga mempunyai fasilitas produksi sendiri. Apa yang dikerjakan full agent lebih jelas karena semua karyawan, peralatan, tempat, pengawas semua menjadi tanggung jawab perusahaan outsource).
Dari kedua jenis perusahaan tersebut yang lebih banyak dipraktekkan di Indonesia adalah yang pertama. Artinya perusahaan outsource hanya menyediakan tenaga kerja dan mengurusi SDM serta administrasinya saja sedang tempat, pengawas dan semua alat produksi berada di perusahaan pengguna.

Kota Batam
Pertumbuhan ekonomi Kepri selama 2013 diperkirakan tumbuh antara 5,3 – 6,0 persen atau jauh lebih tinggi dibanding prediksi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4,3 persen.
Awalnya prediksi pertumbuhan ekonomi Kepri dan area sekitarnya) berada di angka 5,3 – 6,0 persen didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III yang cukup mengejutkan yakni mencapai 7,53 persen atau jauh lebih tinggi dibanding triwulan tahun sebelumnya yang berada di angka 3,56 persen.
Membaiknya pertumbuhan ekonomi tersebut, diantaranya dipengaruhi oleh membaiknya kinerja sektor ekonomi dominan Kepri yakni sektor pIndustri, pertambangan dan perdagangan. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh membaiknya kinerja ekspor serta peningkatan konsumsi masyarakat dan pemerintah.
Statistik terbaru dari BPS Provinsi Kepri menunjukkan bahwa perekonomian Kepri tahun 2014 tumbuh sebesar 5,18 persen dengan pertumbuhan tertinggi di sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar 10,24 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,11 persen. Pertumbuhan ekonomi tanpa migas pada tahun 2014 mencapai 5,22 persen.